4 Steps to Making a Professional & Print-Ready PDF - Adobe Illustrator

Halo semua. Kami baru saja menyelesaikan video yang dapat membantu anda mempersingkat waktu dan menghindari kesalahan ketika membuat atau memeriksa file artwork dalam bentuk PDF yang siap dicetak dan dikirim ke rekan percetakan anda (mungkin saja kami). Scroll kebawah untuk men download template kartu nama yang digunakan pada video ini!

Langkah-langkah Membuat File PDF yang Siap Dicetak Secara Profesional dengan Adobe Illustrator

Untuk anda yang lebih menyukai membaca dibanding menonton video, anda bisa membaca transkrip di bawah ini.

Video ini akan mengajarkan anda 4 tahapan yang terpenting untuk mempersiapkan anda membuat file PDF yang siap dicetak menggunakan Adobe Illustrator. Jangan khawatir, apabila anda belum mengenal Adobe Illustrator, tutorial dibawah ini dibuat untuk level keahlian dasar. Mari kita mulai.

LANGKAH 01 : PERSIAPKAN DOKUMEN ANDA

Topik pertama pada video ini adalah cara mengatur file anda dengan benar.Tentu saja hal pertama yang harus anda lakukan adalah mempersiapkan dokumen anda. Mungkin tahap ini terlihat seperti tahapan yang mudah, namun terdapat beberapa hal yang harus diingat dan diperhatikan.

Untuk membuat project baru, cukup klik File dan New. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah menamakan project anda. Akan lebih baik untuk menggunakan nama yang jelas seperti “Kartu Nama Saya”.

Pada contoh kali ini, kami akan membutuhkan 2 artboard: contohnya satu untuk bagian depan kartu nama dan satu lagi untuk bagian belakang. Untuk spasi antar artboards: gunakan 2 cm. Setelahnya, anda bisa memilih unit ukuran yang anda inginkan. Saran kami, centimeters (cm) adalah yang paling mudah untuk digunakan.

Lalu aturlah dimensi menjadi 9x5.5 cm, yaitu ukuran standar untuk kartu nama bisnis. Ada 3 ukuran kartu nama yang paling populer dan paling banyak dipilih, dari 9 x 5.5 cm / 9 x 5 cm / 8.5 x 5.5 cm.

Selanjutnya adalah Bleed yaitu bagian yang terpenting ketika mengatur artwork yang akan di cetak. Kita akan mengatur bleed menjadi 0.3 cm di setiap sisi artwork untuk memastikan tidak ada pinggiran putih setelah dipotong (jangan khawatir, kami akan menjelaskannya lebih lanjut setelah ini)

Pada tahap terakhir, kita perlu memastikan di tab Advanced, pilih mode warna CMYK , seperti yang biasanya ada pada printer umumnya. Memilih RGB-mode mungkin akan membuat warna terlihat berbeda ketika mencetak, maka disarankan hal ini jangan dilakukan. Ketika semuanya sudah selesai, klik OK untuk membuat file.

LANGKAH 02 : MEMBUAT BLEED DAN SAFETY MARGINS

Setelah mengatur dokumen, waktunya membuat margin aman dan menambahkan area bleed sesungguhnya. Untuk mendapatkan kualitas hasil cetak yang bagus, anda harus memastikan bahwa file and memiliki .3cm bleed dan margin aman .3cm. Hal ini merupakan hal yang penting, dimana sebagian besar potongan akan menyisakan sebagian area (maka dari itu anda membutuhkan bleed) atau terlalu kedalam (maka dari itu anda membutuhkan safety margin).

Bleed berguna untuk memastikan tidak ada pinggiran putih pada pinggiran produk anda setelah dipotong. Safety margin memastikan bahwa tidak ada konten penting yang akan terpotong di artwork. Pada contoh ini, area warna biru mengindikasikan zona bleed, dan kotak putih mengindikasikan batas “zona aman”. Berikut ini adalah file yang penuh dengan bleed, yang kami buat dengan menambahkan .3cm di setiap sisi kartu. Maka dimensi total dari artwork kami akan berubah dari 9 x 5.5 cm ke 9.6 x 6.1 cm. Jangan khawatir, kartu nama anda yang dicetak akan tetap berukuran 9x5.5.

Selanjutnya, kami akan membuat zona aman menggunakan Rectangle Tool dan mengatur ukuran segitiga menjadi 8.4 x 4.9 cm (yang dimana format yang kami gunakan adalah minus 0.3 cm di setiap sisi). Setelah mengklik Ok, klik Align lalu Align center. Setelah itu klik kanan pada segitiga dan “Make Guide”.

Setelah bleed dan safety margins sudah diatur dengan benar, pastikan semua grafik dan elemen teks tidak melebihi dari pinggiran turquoise. Apabila terdapat informasi penting diantara pinggiran turquoise dan merah, maka akan hilang selama proses pemotongan.

LANGKAH 03 : MENGGABUNGKAN GAMBAR DAN MEMBUAT OUTLINED FONT

Setelah desain yang anda miliki sudah cukup, sebelum menyimpan file, anda akan memerlukan menggabungkan elemen foto dan membuat outlined fonts. Apabila anda diinformasikan oleh tempat percetakan anda bahwa teks dan foto anda tidak bisa ditemukan, anda akan mengetahui betapa pentingnya langkah ini. Karena hal inilah yang akan terjadi apabila anda tidak menggabukan foto dan membuat outline teks untuk memastikan gambar dan teks akan selalu dapat dilihat dan dicetak. Mari kita lihat cara menggunakannya.

Setelah mengimport gambar dan mengubah ukurannya menjadi sesuai dengan artboard, pilih gambar dan klik tombol Embed, sebelum membuat clipping mask (apabila dibutuhkan) untuk membersihkan working area. Untuk membuat outlined fonts, tekan dan tahan tombol shift pada keyboard, pilih semua teks lalu klik Type > Create outline

LANGKAH 04 : MENYIMPAN FILE ANDA

Akhirnya, setelah anda memastikan 100% bahwa file anda siap untuk dicetak. Anda dapat melengkapi langkah dengan mengklik File → Save As pada Top Menu.Untuk kualitas yang tinggi, It’s penting ntuk anda memilih opsi - opsi berikut:

Adobe Pdf Preset : High Quality Print
Standard : PDF/X-1a:2001
General : Optimise for fast web view / View Pdf After Saving
Marks & Bleeds : Trim marks / Registration marks / Use document Bleed setting

erima kasih sudah menonton, semoga video ini dapat bermanfaat untuk anda yang membutuhkan file pdf yang siap untuk dicetak untuk dikirim ke tempat percetakan yang anda piliih. Tidak hanya mempersingkat waktu, tapi juga membantu anda untuk mendapatkan hasil kartu nama bisnis yang bagus dan terlihat profesional. Silahkan download template kartu nama bisnis gratis pada link dibawah ini.. Sampai jumpa di video berikutnya!