Pencetakan offset: kualitas cetak terbaik dengan harga rendah

Siapa pun yang pernah terlibat dalam pencetakan pasti pernah mendengar tentang pencetakan offset. Tetapi, bukan berarti semua orang memahami cara kerja pencetakan offset dan apa yang membuatnya sangat cocok untuk mencetak flyer, leaflet, brosur, poster,dan produk cetak lainnya dalam volume besar.

Pertama, kita awali dari sejarah dan ilmu pengetahuan. Pencetakan offset merujuk pada proses pencetakan di mana tinta digunakan secara tidak langsung dari plat cetak ke kertas melalui sebuah penggulung (roller). Pencetakan offset dapat ditelusuri kembali sejak awal abad ke-20 dan merupakan perkembangan teknologi langsung dari pencetakan litografi yang muncul pada akhir tahun 70-an dan menggunakan plat cetak dari batu. Pencetakan offset memanfaatkan karakteristik air dan lemak yang saling menolak untuk mencetak karya seni yang diinginkan. Singkatnya, plat cetak (yang membawa templat karya seni) ditutupi sebagian dengan lapisan lipofilik (penarik lemak) dan sebagian dengan lapisan hidrofilik (penarik air). Dengan kombinasi penggunaan tinta cetak (lemak), hanya bagian-bagian yang tertutup dengan lapisan lipofilik yang akan tertutupi dengan tinta, sedangkan sisa plat tidak terkena tinta. Dengan demikian, proses pencetakan menghasilkan templat karya seni yang sama persis.

Seperti yang sudah kami sebutkan, pencetakan offset adalah proses pencetakan tidak langsung. Artinya, plat cetak tidak digunakan langsung ke permukaan akhir, yaitu kertas. Namun, desain dicetak di kertas melalui perantara berupa tabung yang tertutup karet, diletakkan di antara plat cetak dan kertas, yang meningkatkan kualitas cetak. Karakteristik pencetakan offset yang tidak langsung ini menjelaskan namanya: proses pencetakannya “ditransfer” (di-offset). Keuntungan dari proses ini adalah memungkinkan proses pencetakan yang berkelanjutan, tidak terganggu, dengan kecepatan sangat tinggi dan kualitas terbaik.

Dalam pencetakan offset, satu plat cetak dibutuhkan untuk masing-masing warna tinta cetak. Artinya, ada total 4 plat cetak per karya seni - masing-masing untuk keempat warna CMYK. Kertas berjalan melalui 4 plat ini secara berurutan dan masing-masing warna dicetak di lembar kertas, di atas warna-warna sebelumnya hingga akhirnya membentuk desain dan warna yang diinginkan sesuai dengan berkas PDF. Untuk visualisasi grafik, lihatlah gambar di bawah ini.

Offset printing process

Mesin cetak offset sangat besar dan mahal, baik dalam hal perolehan maupun pemeliharaannya. Pengaturan atau penyesuaiannya pun membutuhkan waktu cukup lama. Selain itu, pembuatan plat cetak untuk masing-masing pekerjaan cetak juga cukup mahal. Dengan kata lain, pencetakan offset membutuhkan biaya tetap yang tinggi dan hanya layak digunakan untuk pencetakan jangka medium atau panjang. Tetapi, biaya-biaya variabel ini sangat rendah, sehingga rasio harga-kinerja dari pencetakan offset tidak terkalahkan setelah jumlah batas tertentu. Di bawah jumlah itu, pencetakan digital (proses yang lebih baru tetapi dengan kualitas lebih rendah) lebih terjangkau. Selain biaya rendah untuk pencetakan jangka panjang, pencetakan offset juga tidak terkalahkan dalam hal kecepatan dan kualitas.

Terakhir, ada perbedaan antara pencetakan lembaran (sheet-fed) dan pencetakan offset web. Pencetakan lembaran biasanya digunakan untuk pencetakan jangka medium, di mana karya seni dicetak di lembar kertas yang sudah dipotong sebelumnya, biasanya dalam format B0, B1, atau B2. Sebaliknya, pencetakan web cocok untuk pencetakan koran, buku telepon, atau katalog yang berjangka panjang karena tidak mengandalkan lembar kertas yang sudah dipotong sebelumnya, melainkan gulungan kertas besar yang lebih murah dan mempercepat proses cetak.

Merasa puas membaca artikel blog ini hingga akhir? Harus! Sekarang, Anda sudah mengetahui pengertian dari pencetakan offset dan cara kerjanya. Gogoprint sangat mengandalkan pencetakan offset dan hanya menggunakan mesin cetak offset dengan kualitas terbaik, seperti Heidelberg press yang terkenal di seluruh dunia karena kualitasnya.